|
Para pengguna ponsel cerdas sebaiknya kian berhati-hati di tahun 2010.
Pasalnya, banyak vendor keamanan yang meramalkan bahwa tahun 2010,
ancaman keamanan terhadap perangkat bergerak itu akan semakin gencar
menghantui.
Bisnis aplikasi yang diperkirakan akan menjamur di 2010
dituding menjadi salah satu pintu masuk penyebaran ancaman keamanan ini.
Lebih
lagi, Jeff Moss, seorang ahli keamanan, menyebutkan bahwa virus
perangkat bergerak saat ini mejadi kian umum di Asia. Ia juga
menyebutkan bahwa puncak dari kerawanan ini akan terjadi ketika
pengguna ponsel semakin sering menggunakan perangkatnya untuk
berbelanja dan melakukan aktivitas perbankan. Sebab, "Semakin banyak
anda beraktivitas (demikian) dengan ponsel anda, ponsel anda menjadi
target yang kian bergharga," terangnya.
Beberapa perusahan
perangkat keamanan pun menyampaikan laporan serupa. Misalnya saja
Symantec, yang beberapa waktu lalu mengumumkan bahwa 2010 akan menjadi
tahun dimana ancaman terhadap ponsel cerdas akan makin marak. Dengan
ponsel yang fungsinya kian mendekati personal computers,
menjadikan perangkat ini kian rentan terhadap ancaman komputer
tadisional seperti hacker dan virus. Apalagi di ponsel cerdas ini,
makin banyak data penting yang disimpan, seperti surel dan informasi
perusahaan yang bisa diakses menggunakan perangkat bergerak di luar
perusahaan.
Kaspersky Lab, sebuah perusahaan keamanan asal
Rusia, tahun ini melaporkan program jahat baru yang mencuri uang dengan
mengambil alih ponsel Nokia dan membuat tarif kecil terhadap akun
nirkabel pangguna.
Bulan lalu, seorang pelajar Australia,
menciptakan worm percobaan yang yang menerobos iPhones, yang telah
diubah oleh pemilikn sehingga ia dapat menjalankan perangkat lunak yang
belum disetujui Apple.
Meski demikian, worm ini tidak
menimbulkan kerusakan apapun, ia hanya menanamkan foto seorang bintang
pop 80-an, Rick Astley. Namun bagi ahli keamanan, serangan yang lebih
serius terhadap iPhone sangat mungkin terjadi.
Kerentanan lain
terhadap perangakat bergerak ini ditunjukkan oleh Mr. Hering dan
rekannya Kevin Mahaffey, yang telah melakukan demo publik mengenai
kelemahan ponsel. Di tahun 2005, mereka berdiam di luar area
penganugerahan Academy Awards di Hollywood dan memindai ponsel para
bintang yang berjalan di karpet merah, menggunakan hubungan nirkabel
Bluetooth jarak pendek. Mereka menemukan bahwa sebanyak 100 ponsel yang
terpindai memiliki kerentanan di-hacking menggunakan hubungan seperti itu.
Sebelumnya, saat berlangsung konferensi keamanan Black Hat di Las Vegas, mereka melakukan hacking ponsel dari jarak 1,6 kilometer menggunakan Bluetooth.
Sumber : sda-indo.com
|